Senin, 05 November 2012

Kitchen Set

Setiap rumah, pasti kurang lengkap kalau dapurnya belum rapih ya. Setelah sekian lama bertahan menggunakan lemari kaca 2 pintu, dengan panci2 dan lain2 berserakan (entah darimana idenya, bahwa satu rumah yang cuma beranggotakan 3 orang, perlu punya 10 panci, 5 baskom, ribuan gelas dan pirirng), akhirnya kita mengumpulkan niat untuk survey kitchen set.

Banyak sekali jasa pembuatan kitchen set yang terdapat di ruko, mall, bahkan forum2 seperti kaskus. Bagaimana caranya untuk mencari yang paling cocok, dan apa saja pertimbangan dalam memilih 'vendor'?

1. Bahan dasarnya (multiplex, duplex, MDF,...)
2. Bahan finishing (cat duco, HPL,..)
3. Yang paling penting, harganya.. (biasanya per meter lari, si meter dikejar siapa sih)

Yap, sepertinya dari 3 diatas sudah cukup menjadi pertimbangan utama.
Bila membeli yang sudah jadi di furniture superstore apapun, tetap cek bahan dasarnya. Walau harganya murah, kalau bahannya partikel (yang tidak padat pula), disaat membayar, sudah harus siap2 nabung untuk beli gantinya.

Kamis, 31 Mei 2012

White Kitchen




I love white kitchen. I wonder when will my kitchen look like these picture..

Jumat, 11 Mei 2012

Jangan Mimpi

Sekian lama ga nge-post di blog 'rumah impian' ini, mungkin karena udah ga ada dana untuk beli rumah :P ataupun renovasi.
Sebenarnya ada marketing rumah yang dulu pernah bilang, "kalau beli rumah pertama memang harus agak maksa"; mungkin maksudnya memaksakan diri untuk beli yang lebih mahal gitu...
Kenaikan harga rumah disekitar tempat tinggal memang lumayan juga. dalam 2 tahun terakhir bisa mencapai 80%. Tapi kalau dilihat lagi, ada saham properti tetangga malah ada yang naik minimal 400% (kenapa pakai minimal? karena saya bukan pengamat saham).
Jadi, inti nya, apa kalau ada dana, lebih baik beli saham? mungkin pakar investasi yang bisa jawab ini. Tapi, kalau beli saham, tidak bisa pinjam uang ke bank dengan rate KPR ya..
Entah kapan ya, bisa punya properti banyak, semua disewakan, jadi pengacara yang punya passive income. Ah, mimpi.

Jumat, 21 Oktober 2011

sad sad sad

So, I just found out. When i delete my user on blogger, the pic posted by that user is gone. oh no.
the email I use as a user name is no longer available, so I update the email by change the admin of the blog, and deleted the previous user, what a disaster.
So i'm deleting my post which have broken link image... :(
And btw, my wedding blog is full of the broken image. *sad*

Minggu, 03 Januari 2010

Hydrangea

Baru2 ini, kita ke Bandung untuk beli bunga, dan akhirnya ketemu juga tanaman bunga biru yang (bunganya) banyak dijual di rawa belong. Setelah googling, baru ketahuan namanya: Hydrangea.

Beberapa info tentang bunga yang dinamakan juga Hortensia, atau bunga 3 bulan:

- Warna Bunga bisa berubah sesuai denga PH tanah
- Bunga akan berwarna biru bila tanah bersifat asam(acidic), putih bila tanah normal, pink atau ungu bila tanah bersifat basa (alkaline)
- Dapat berwarna pelangi bisa tanah mengandung Na2CO3
- Bunga nya bisa bertahan selama 3 bulan
- Beracun, bila di konsumsi dalam jumlah besar
- Tanaman perlu dipangkas setiap setahun sekali. Bila tidak dipangkas, tanaman akan terus tumbuh sampai tinggi, dan kemudian patah.
- Biasanya berbunga di batang tua, jika batang baru dipotong, bunga tidak akan muncul sampai musim berikutnya.

Senin, 16 November 2009

Biaya bangun

Referensi biar ga lupa.

http://mulyantogoblog.wordpress.com/2009/04/26/menghitung-biaya-tembok/

Pertama menghitung jumlah adonan perbata :

Misalkan batu bata berukuran = TB x LB x PB = 6 cm x 10 cm x 20 cm. Dan tebal isian adonan (TA) adalah 2 cm. Maka volume adonan yang dihitung adalah adonan di bawah/atas bata (VB1), yaitu pada sisi 10 cm x 20 cm, dan adonan disamping bata yaitu pada sisi 6 cm x 10 cm (VB2). Maka volume adonan : VB1 = LB x PB x TA = 0.1 m x 0.2 m x 0.02 m = 0.0004 m3 VB2 = TB x LB x TA = 0.06 m x 0.1 m x 0.02 m = 0.00012 m3 Dan ada volume adonan pada sudut antara VB1 dan VB2 yaitu VB3 : VB3 = LB x TA x TA = 0.06 m x 0.02 m x 0.02 m = 0.000024 m3 Total volume adonan per bata adalah 0.000544 m3
Selanjutnya menghitung jumlah bata per luas tembok (per m2) : Panjang bata ditambah adonan adalah = PB + TA = 0.2 + 0.02 = 0.22 m. Tebal bata ditambah adonan adalah = TB + TA = 0.06 + 0.02 = 0.08 m. Luas bata+adonan = 0.22 x 0.08 = 0.0176 m2. Maka jumlah bata per m2 adalah = 1 m2 : 0.0176 m2 = 56.8 dibulatkan menjadi 57 bata
Kemudian menghitung volume adonan per luas tembok (per m2) : Volume adonan pasang per m2 adalah 57 x 0.000544 m3 = 0.031008 m3

Selanjutnya menghitung volume cor per panjang tembok (per m) : Yang dihitung adalah volume cor untuk sloof dan ring-balok. Dengan ring/begel ukuran 10/15 maka penampang cor luasnya adalah 15 cm x 20 cm = 0.03 m2. volume cor (VCS) untuk sloof per panjang tembok (per m) adalah 0.03 m2 x 1 m = 0.03 m3. volume cor (VCB) untuk ring-balok per panjang tembok (per m) adalah 0.03 m2 x 1 m = 0.03 m3. volume cor sloof dan ring-balok (VCSB) total per panjang tembok (per m) adalah VCS + VCB = 0.06 m2

Selanjutnya menghitung volume cor per kolom : volume cor untuk kolom per tinggi tembok (per m) adalah 0.03 m2 x 1 m = 0.03 m3. volume cor total untuk kolom adalah 0.03 x tinggi tembok x jumlah kolom.

Menghitung material pondasi: Misalnya lebar pondasi 60 cm dan tinggi juga 60 cm maka luas penampang = (20 x 60) + 2 x (20 x 60)/2 = 0.24 m2. volume pondasi per m panjang adalah 0.24 m3. Asumsi volume pondasi terdiri dari 30 % adonan 70 % batu. Volume batu per m = 0.7 x 0.24 = 0.168 m3 Volume adonan pasang per m = 0.3 x 0.24 = 0.072 m3

Hitung panjang temboknya :

2 Km Tidur + 1 Km Mandi = (2+3+3) + (3+3+3) + (3+3+3) = 26 m Jadi untuk 4 Km Tidur + 2 Km Mandi = 52 m Ditambah tembok belakang 4 m = 4 + 52 = 56 m Ditambah K tidur besar (5+5+5+5) = 20 + 56 = 76 m Ditambah ruang tamu (5+5+3) = 13 + 76 = 89 m Jadi panjang tembok 89 m.

Menghitung material pondasi : Volume batu pondasi (VBt) = 0.168 m3 x 89 = 14.952 m3 atau 15 m3 (15 kubik) Volume adonan pasang pondasi (VPP) = 0.072 m3 x 89 = 6.408 m3

Menghitung material tembok : Hitung dulu jumlah batanya. Misalnya tinggi tembok adalah 3 m. Maka : Jumlah bata = 89 x 3 x 57 = 15219 bata. Volume adonan pasang tembok (VPT) adalah 0.000544 m3 x 15219 = 8.279136 m3

Menghitung material cor : Volume cor total untuk sloof dan ring-balok (VCSBT) = 0.06 m2 x 89 = 5.34 m3 Karena terdapat 20 kolom maka : Volume cor total untuk kolom (VCKT) adalah 0.03 x 3 x 20 = 1.8 m3 Volume cor total adalah = 5.34 + 1.8 = 7.14 m3 Jika perbandingan semen : pasir cor : batu split adalah 1:2:3 maka Volume semen cor total (VSCT) = 7.14/6 = 1.19 m3 Volume pasir cor total (VPCT) = 7.14/6 x 2 = 2.38 m3 Volume batu split total (VBST) = 7.14/6 x 3 = 3.57 m3

Maka volume adonan pasang total adalah VPP + VPT = 6.408 + 8.279136 = 14.687136 m3 atau 15 m3 Pasir pasang yang dibutuhkan jika perbandingan semen : pasir = 1:4 adalah 0.8 x 15 m3 = 12 m3. volume semen yang dibutuhkan untuk adonan pasang (VSP) adalah 0.2 x 15 m3 = 3 m3. Jumlah semen total yang dibutuhkan adalah VSP + VSCT = 3 + 1.19 = 4.19 m3. Jumlah zak semen 50 kg yang dibutuhkan adalah = 4.19 / 0.0332 = 126 zak semen 50 kg.

Pada tahap pondasi dibutuhkan papan nisplang, kayu kaso, benang dan paku-paku. Jumlah papan dan kaso yang dibutuhkan tergantung kecerdasan tukang. Jika pondasi dikerjakan secara bertahap maka hanya sebagian jumlah papan dan kaso yang dibutuhkan. Misalnya dikerjakan dulu yg km mandi + 2 km tidur, maka dibutuhkan papan nisplang sebanyak 16 lembar x 9 rb, kayu kaso yang dibutuhkan 10 x 6 rb.

Jadi material yang dibutuhkan adalah : 1. 12 m3 pasir pasang atau 3 truk (sisa pasir buat lantai) 2. 3 m3 pasir cor atau 3 colt (3 kubik) 3. 15 m3 Batu pondasi atau 3 truk 4. 4 m3 batu split atau 4 colt (mungkin lebih murah 1 truk sekalian) 5. 15219 buah bata 6. Besi untuk kolom/sloof/ring-balok bisa 10 ribu permeter hingga 40 ribu permeter atau bahkan lebih. Tergantung kualitas dan harga besi. Yang dimaksud kualitas adalah : - apakah besi baru ataukah besi bekas - diameter besi yang digunakan - jumlah begel atau jarak antar begel Contoh rangka besi kolom/sloof/ring-balok jadi yang biasanya dijual toko besi setahun lalu berharga 30 ribu untuk panjang 3 meter, kualitasnya : -besi bekas -diameter besi rangka 8 mm, diameter begel 6 mm -jarak antar begel adalah 30 cm Rangka besi yang bagus menggunakan besi diameter 10-12 mm, jika diameter begel 6 mm maka jarak maksimal antara begel adalah 15 cm. Jika digunakan begel berdiameter 8 mm maka jarak maksimal antara begel adalah 20 cm. Untuk rumah diatas maka panjang rangka total adalah 89 m untuk ring-balok, 89 m untuk sloof dan 20 x 3 m untuk kolom. Panjang total rangka = 238 m. Ini bukan panjang total besi loh. Asumsi harga rangka per m adalah 30 ribu.

Jadi berapa kira-kira biaya material minimal untuk rumah diatas? - 3 truk pasir pasang = 1.5 juta - 3 colt (3 kubik) pasir cor = 0.6 juta - 3 truk pondasi = 2.1 juta - 4 colt batu split = 0.4 juta - 15219 buah bata x 300 = 4.6 juta - 238 m rangka besi x 30 ribu = 7.14 juta - 126 zak semen x 45 rb = 5.67 juta - papan, kaso dsb = 500 rb Total = 22.5 juta

Tapi hitung-hitungan diatas adalah hitungan ideal yang hanya jadi bahan estimasi saja. Pada kenyataannya bisa jadi error-nya hingga 25-50 % :D . Bahkan kadang orang memperhitungkan error 100 % !. Jadi untuk amannya tambahkan overhead sekitar 50 %. Sehingga biaya menjadi 33 juta.

Pada tahap mendirikan tembok juga dipasang kusen-kusen pintu dan jendela. Jika digunakan 6 pintu tunggal dan sebuah kusen 2 pintu maka : - 6 kusen x 150 rb = 900 rb - 6 pintu kayu lokal x 500 rb = 3 juta - 1 kusen 2 pintu + 2 pintu = 1.6 juta

Total = 33 juta + 5.5 juta = 38,5 juta

Belum jendelanya, kusen-pintu fiber untuk kamar mandi. Belum biaya tukangnya. Jika digunakan 1 tukang 60 rb perhari dan 2 laden 80 ribu perhari. Maka biaya tukang per hari adalah 140 ribu. Untuk 2 bulan atau 50 hari kerja maka biayanya adalah 7 juta. Tapi tembok belum dilplester yah. Ini hanya sampai tahap pondasi dan mendirikan tembok. Lantai dan atap belum dihitung, kusen-kusen, pintu dan jendela juga belum dihitung.

Selasa, 24 Maret 2009

Inspiration From Kemang Icon




I love the idea of the huge dresser mirror, and how it place behind the source of light, so you can get more light on your face when you do your make up.